ilir-ilir, kita memang sudah melilir, sudah bangun, sudah bangkit bahkan kaki kita berlari kesana kemari, Namun hati kita akal pikiran kita belum, hati nurani kita belum.
Kita masih merupakan anak-anak dari ordo yang kita kutuk di mulut namun ajaran2nya kita biarkan hidup subur di aliran darah dan jiwa kita.
Kita mencaci penguasa lalim dengan berjuang keras untuk menggantikannya, kita membenci para pembuat dosa besar dengan cara setan dengan mencegahnya berinsyaf dan bertaubat, setelah ditindas kita mempersiapkan diri untuk menindas, setelah diperbudak kita mempersiapkan diri untuk memperbudak, yang kita bangkitkan bukan pembaruan kebersamaan namun asyiknya perpecahan, yang kita bangun bukan nikmatnya kemesraan tapi menggelegaknya kecurigaan, yang kita rintis bukan penyembuhan luka tapi rencana2 panjang untuk menyelenggarakan perang saudara, yang kita tumbuh suburkan adalah kebiasaan memakan bangkai saudara2 kita sendiri.
Kita tidak memperluas cakrawala dengan menabur cinta melainkan mempersempit dunia kita sendiri dengan lubang2 kebencian dan iri hati.
Pilihanku dan pilihanmu adalah apakah kita akan menjadi bumi yang mempergelap cahaya matahari sehingga bumi kita sendiri kita tidak akan mendapatkan cahayanya ataukah kita berfungsi menjadi rembulan kita sorong diri kita ke alam yang lebih tepat agar kita dapatkan sinar matahari dan kita pantulkan nilai2 Tuhan itu kembali ke bumi






0 komentar:
Posting Komentar