Ada
satu penyakit yang saya derita cukup dahsyat dan sangat terkenal.
Penyakit ini mungkin diderita banyak orang. Penyakit ini membuat sesuatu
yang awalnya bukan masalah tapi sekarang justru jadi masalah. Penyakit
ini pula yang membuat masalah menjadi kian akut..
Orang yang harusnya kaya raya jadi miskin luar biasa karena MALAS bekerja.
Siswa yang harusnya lulus ujian dan melanjutkan studi jadi tidak lulus dan luntang - lantung karena MALAS belajar.
Hamba yang harusnya masuk surga jadi masuk neraka karena MALAS beribadah.
Mahasiswa yang harusnya lulus menjadi sarjana tapi kemudian drop out dan menganggur disebabkan MALAS kuliah.
Orang yang harusnya bisa segera dapat rezeki tapi akhirnya tertunda karena MALAS berusaha.
Pegawai yang harusnya bisa naik gaji tapi akhirnya diturunkan jabatannya dan dipotong gajinya karena MALAS berkarya.
Seseorang di 'cap' tidak amanah karena ia MALAS menunaikan amanah.
Oh, mungkin gara-gara malas inilah yang menyebabkan saya sekarang dapat masalah. Malas-malas kecil menyebabkan masalah-masalah kecil, lalu terakumulasi jadi masalah besar. Ya, karena satu kata, MALAS.
Masalah saya jadi sedemikian besar gara - gara saya MALAS menyelesaikannya ketika ia masih 'kecil'
dan ternyata eh ternyata MALAS inilah yang menjadi salah satu penyebab ketidakbahagiaan saya. Astaghfirullah.
Mungkin itu sebabnya Rasulullah mengajarkan kepada kita sebuah do'a ANTI MALAS. Do'a ini saya baca pertama kali dalam sebuah buku do'a kecil yang berjudul "Al-Ma'tsurat" karya Imam Syahid Hasan al-Banna. Do'a itu:
"Allahuma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal ajzi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal"
"Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung kpd-Mu dari KEMALASAN dan aku berlindung kpd-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kpd-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang." (HR. Abu Dawud).
Tapi anehnya, ada seorang motivator yang menganjurkan kemalasan. Katanya, MALAS itu juga bermanfaat.
Kata dia:
Kita bisa sukses kalau kita MALAS menganggur.
Kita bisa pandai kalau kita MALAS bermain-main.
Kita bisa kaya raya kalau kita MALAS memboroskan uang.
Kita bisa masuk surga kalau kita MALAS mendekati larangan-Nya.





0 komentar:
Posting Komentar