Syayma
Karimah, alumnus SMA IT Al Kahfi, Cigombong Bogor, Jawa Barat, merasa
bangga dan bersyukur, karena bisa mengenyam pendidikan yang lebih tinggi
di Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, melalui
jalur berbeda dengan mahasiswa lain.
Putri pasangan Muhammad
Supariyono dan Miftahatul Bariyah yang lahir di Bogor, 5 juni 1994 lalu
ini, diterima di Fakultas Kedokteran, UNS, tahun 2012 lalu, berkat
kelebihannya menghafal Alquran.
Mahasiswi semester dua ini merasa beruntung dan dipermudah masuk UNS
karena dirinya mempunyai kelebihan hafidz Alquran 30 juz, dibandingkan
siswi lain saat mendaftar kuliah. Syayma menceritakan, dirinya
mendapatkan undangan untuk mengikuti ujian masuk UNS, yang salah satu
syaratnya adalah hafal Alquran.
"Saat mendaftar saya
melampirkan syarat-syarat, seperti surat keterangan hafidz 30 juz,
sertifikat juara II lomba pidato bahasa Arab, ajang remaja berprestasi
tingkat Jawa barat dan DKI Jakarta, dan juara V Olimpiada Sains Nasional
Cabang Kimia tingkat Kabupaten Bogor," ujar Syayma kepada merdeka.com.
Selain syarat tersebut, menurut Syayma, syarat utama untuk masuk
Fakultas Kedokteran adalah nilai rapor. Saat seleksi terakhir, lanjut
Syayma, nilai rapornya sama dengan peserta seleksi lain. Namun karena
dirinya menyertakan surat keterangan hafidz 30 juz Alquran, UNS lebih
memilihnya menjadi calon mahasiswa.
"Bangga dan bersyukur
rasanya, karena saya yang lebih diprioritaskan untuk diterima, tanpa
harus membayar uang pangkal, meskipun nilai rapor kami sama," katanya.
Sementara itu, Rektor UNS Surakarta Ravik Karsidi membenarkan kampusnya
memiliki jalur khusus penerimaan bagi calon mahasiswa yang punya
keahlian menghafal Alquran, sejak tahun 2011. Salah satu syaratnya harus
hafal minimal 20 juz Alquran. Sejak tahun 2012, sudah sudah ada delapan
mahasiswa yang diterima di UNS.
"Ini bentuk apresiasi kepada
penghafal Alquran. Ada 8 siswa yang kami terima, 2011 ada tiga siswa,
2012 ada lima. Mereka masing-masing di Fakultas Kedokteran, Fakultas
Ekonomi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik," ujarnya.
Menurut Ravik kedelapan mahasiswa tersebut juga dilibatkan dalam
kegiatan keagamaan yang dipusatkan di masjid kampus. Kegiatan tersebut
bukan hanya menghafal Alquran, tetapi juga bagaimana mengamalkannya.
Sementara bagi mereka yang kurang mampu, UNS akan mengikutsertakannya
dalam program Bidik Misi.
0 komentar:
Posting Komentar